Jomblo (Sama Sekali) Bukan Aib

Biasanya menjelang lebaran, bakal beredar macam-macam meme yang isinya guyonan-guyonan seputar ritual pertanyaan “kapan nikah????” yang menyasar para jomblo. Para pelaku bisa sanak saudara yang berusia lebih senior,  saudara sebaya atawa kawan yang sudah duluan nikah.

Pada usia jomblo setahun dua tahun mungkin akan berasa nyantai, lucu-lucu aja ditanya seperti itu. Tapi kalau durasi ke-jomblo-an sudah mencapai lima tahun atau lebih, ditambah lagi usia si individu sudah melewati batasan imajiner 35 tahun, apalagi perempuan; aku bisa jamin yang terlanda kepanikan bakalan banyak banget. Terutama kalau si jomblo punya lingkaran perkawanan yang cukup luas. Kebayang berapa banyak perhatian (baca: upaya-upaya percomblangan) yang bakal dia terima.

“Guwe kenalin dengan si X yuk dia juga lama belum punya pacar….. “

 

“Si Y itu oke juga loh, kerjaannya sudah mapan pula……. “

Semacam itulah kira-kira. Masih bisa ditoleransi mungkin ya? Tapi coba simak beberapa kalimat di bawah ini:

” Udaaaah….. ga usah terlalu pilih-piliiiih……. tar lo keburu kadaluwarsa loh, non….”

Pengen gampar ga sih, kalo kamu dikatain seperti di atas? Walaupun dalam konteks bercanda loh ya… Kawan macam apa yang nyamain kamu dengan makanan kaleng, yang punya tanggal kadaluwarsa?

“Buruan napa, Non…. Masa sih, anu-nya dari kecil sampai umur segini cuma dipake pipis doang……. ?? Ha…ha…ha..ha….. “

Mungkin kalian kira kalimat di atas adalah karanganku sendiri, bukan? Kalian salah. Seriusan, kalimat terakhir di atas aku baca dalam whats app group salah satu lingkaran perkawananku. Konteks-nya adalah menggoda, yang jatuhnya lebih cenderung merundung salah satu kawan perempuan yang masih menjomblo pada usia yang sama denganku. Menurut Jeff Gordinier, kami ini masuk klasifikasi Generation X. Sebagai perbandingan, anakku yang sulung sudah duduk di bangku kuliah, walau banyak juga kawan-kawan lain yang anaknya masih balita.

Tetapi bukan itu yang ingin aku bahas di sini.

Bercanda versus Merundung

Hingga kini, aku masih belum paham, sisi mana yang lucu dari kalimat “cuma dipake pipis doang….”  Dan aku bertanya-tanya, masa sih dari sekian ratus anggota whats app group tersebut, apa hanya aku seorang yang merasa kalimat itu sangat menjijikkan dan merendahkan?

Rupanya, dengan status sudah nikah alias sudah pernah menggunakan alat kelamin untuk urusan selain pipis dianggap meningkatkan kasta si pelontar kalimat menjadi lebih tinggi dari si jomblo yang “malang”, yang perlu diurusi ratusan kawan supaya cepet laku. Dangkal sekali.

Jujur, aku barusan ngomel-ngomel pada kawan yang menjadi sasaran rundung tersebut.

“Kenapa sih lo selalu diem kalo dikatain yang keterlaluan seperti itu, Non ? Guwe aja kesel dengernya…. panas guwe….  ,”  omelku padanya.

 

“Jadi jomblo itu hak lo…dan lo ga harus nanggepin tawaran dikenalin sama si X, Y atau Z kalo elo rasa ga minat….. , ” imbuhku lagi.

 

Menantang Norma Mayoritas

Norma mayoritas di Indonesia adalah ketika kamu jomblo pada usia tertentu, maka hidupmu bukanlah hidupmu lagi. Semua orang berhak berkomentar, mengintervensi, bahkan menganggap lucu ketika mengata-ngataimu supaya segera nikah, kawin.

Maka jangan heran kalau kemudian banyak orang yang merasa terdesak oleh tekanan rekan sebaya mengambil langkah terburu-buru untuk sekedar nikah, kawin. Agar dianggap “normal” menurut norma mayoritas.

Lantas, jangan pernah bertanya mengapa angka perceraian cukup tinggi.

Sekedar Doa

Menurut pengamatanku, hidup si Non asik-asik aja. Bisa jalan-jalan ke mana dia suka, tanpa harus direcoki suami dan kewajiban mengurus anak. Pekerjaannya bagus, dia juga engga ngotot untuk mengakhiri kejombloan-nya sesegera mungkin…. Non tuh anaknya selaaaww….

Aku cuma berharap, semoga kaum yang merasa punya kasta tinggi karena sudah nikah dan beranak pinak, hidupnya bener-bener bahagia….. Semoga hidup mereka lebih asik dari hidup si Non …

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s